HappyLife Blog

Where you can find all knowledge base

Home / Blog / Gangguan Kejiwaan yang Mengancam Lansia

Gangguan Kejiwaan yang Mengancam Lansia

HappyLife Team | 27 April 2020
Gangguan mental pada lansia

Gangguan mental yang dapat terjadi pada lansia berupa demensia, gangguan kecemasan, serta depresi. Berdasarkan data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO), 20 persen dari lansia atau masyarakat yang telah berusia 60 tahun ke atas di seluruh dunia diketahui memiliki gangguan mental.

Demensia merupakan sindrom yang terjadi karena penurunan memori, perilaku, pikiran, serta kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Perkiraannya, saat ini demensia telah dialami oleh oleh sekitar 50 juta jiwa di seluruh dunia. Dan pada tahun 2030, angka tersebut akan diprediksi naik menjadi 82 juta jiwa.

National Health Service di Inggris menyebutkan berbagai macam gejala depresi yang dapat timbul pada lansia. Gejala tersebut tak selalu berbentuk gejala psikologis, tetapi juga dalam bentuk biologis. Biasanya, lansia yang mengalami gejala depresi menunjukkan gejala biologis berupa nyeri, badan terasa berat, sembelit, hingga pingsan. Selain itu, mereka juga dapat mengalami kecemasan berlebihan, perilaku dan histeria yang tak wajar.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dengan judul “Prevalnce of psychiatric disorders in U.S. older adults: findings from a nationally representative survey” yang dilakukan oleh Kristin Reynolds memberikan gambaran mengenai gangguan psikologis yang terjadi pada lansia berdasarkan jenis kelaminnya.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden pria memberikan gejala gangguan kepribadian, sedangkan sebagian kecil responden lainnya juga menunjukkan gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, serta penggunaan zat terlarang. Selain dari pria, sebagian besar responden perempuan mengalami gangguan kecemasan dan kepribadian. Sebagian kecil responden lainnya menunjukkan gangguan suasana hati dan penggunaan zat terlarang.

Referensi: