HappyLife Blog

Where you can find all knowledge base

Home / Blog / Pengaruh Kesepian pada Kesehatan Lansia

Pengaruh Kesepian pada Kesehatan Lansia

HappyLife Team | 24 August 2020
Pengaruh Kesepian pada Kesehatan Lansia

Saat pandemi Covid-19 ini membuat kita mengurangi aktivitas luar dan beraktivitas di rumah. Hal tersebut membawa pengaruh kesepian pada kesehatan terutama lansia yang mengalami masalah kesepian di rumah.

Masyarakat lansia telah banyak menghabiskan waktu di rumah dari sebelum masa pandemi. Biasanya, lansia beraktivitas kegiatan yang biasa dilakukan di luar karena di rumah tidak memiliki banyak aktivitas. Pada masa pandemi, lansia menjadi beraktivitas jauh lebih banyak di dalam rumah. Hal ini dikarenakan telah terbukti secara medis bahwa lansia rentan terkena COVID-19.

COVID-19 pada lansia pun dapat bersifat fatal apabila lansia telah memiliki penyakit bawaan sebelumnya seperti diabetes dan penyakit jantung. Dengan risiko dan tingkat kefatalan yang serius, lingkungan sosial mendukung lansia untuk berdiam diri di rumah.

Dampak Masalah Kesepian pada Lansia

Sayangnya, pengaruh berdiam diri di rumah hingga kesepian dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan pengaruh buruk kesehatan pada lansia. Rasa kesepian dapat memberikan dampak buruk pada tubuh lansia yang bahkan dampaknya setara dengan dampak penggunaan rokok, narkoba, dan alkohol dalam jumlah besar. Hasil tersebut berasal dari sebuah studi mengungkapkan bahwa kesepian dapat memperpendek angka harapan hidup lansia.

Lansia dengan perasaan kesepian meningkatkan risiko terserang demensia. Demensia merupakan suatu penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir. Lansia yang terserang demensia dapat memiliki kesulitan dalam bersosialisasi dengan orang lain. Demensia juga dapat menyebabkan lansia kesusahan dalam beraktivitas sehari-hari.

Perasaan kesepian juga dapat menurunkan ketajaman mental dan kesehatan otak lansia. Sebaliknya, lansia yang merasa puas dengan relasinya bersama orang banyak dapat mengurangi risiko terkena demensia hingga 55 persen.

Oleh karena itu, lansia sangat membutuhkan dukungan untuk menepis rasa kesepian yang timbul dari dalam dirinya. Dukungan yang dapat diberikan oleh orang disekitarnya adalah dengan terus membantu lansia untuk tetap berkomunikasi dengan relasi dan teman-temannya.

Anggapan lansia mengenai sisa usia yang semakin singkat menimbulkan pendapat bahwa mereka ingin menciptakan kenangan baik dengan relasinya. Bahkan, mereka jauh lebih menghargai persahabatan dibandingkan saat mereka menjadi orang dewasa. Jalinan emosional yang baik dengan teman-temannya pun dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan emosional lansia. Dalam masa pandemi, relasi lansia bersama teman-temannya masih dapat dilakukan dengan bantuan teknologi seperti telepon dan video call.

Merasa informasi ini bermanfaat? Yuk dibagikan!

Referensi: