HappyLife Blog

Where you can find all knowledge base

Home / Blog / Perencanaan Keuangan Masih Rendah di Indonesia, Mengapa?

Perencanaan Keuangan Masih Rendah di Indonesia, Mengapa?

HappyLife Team | 22 January 2020
perencanaan keuangan masih rendah

Sebuah hasil riset yang berjudul GoBear Financial Health Index (FHI) yang dirilis GoBear Indonesia berisikan hasil survei keuangan yang melibatkan responden dari sejumlah negara di Asia Tenggara. Hasil riset menunjukkan bahwa perencanaan keuangan masyarakat Indonesia masih rendah. Studi yang dilakukan mengungkapkan sebuah fakta bahwa orang Indonesia belum melakukan perencanaan keuangan pada usia 35 tahun dan baru memulai perencanaan keuangan pensiun pada saat berusia 41 tahun. Orang Indonesia juga merasa aman secara keuangan dengan nilai 7,5 dari 10, tetapi hanya 37% dari mereka yang memiliki tabungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup lebih dari 6 bulan apabila mereka kehilangan sumber pendapatan utamanya.

Perencanaan keuangan yang rendah didukung oleh rendahnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016 menunjukkan bahwa inklusi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 67,8 persen dan literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 29,7 persen. Padahal literasi dan inklusi keuangan yang baik dapat memberikan wawasan pengelolaan keuangan kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan berbagai penerapan kebijakan dan strategi oleh pemerintah agar dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia sehingga dapat dikembangkan sikap dan perilaku bijak dalam pengelolaan keuangan serta memudahkan masyarakat dalam mengakses produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan keuangan masing-masing.

Referensi: